Kamis, 27 Maret 2008

Kreatifitas

Dulu aku pernah mencoba membuat tempat buat pernak pernik dari kardus,aku mempelajarinya dari temanku,aku terus menekuninya,aku pernah membuat sebuah tas,aku sangat bangga dengan kreatifitas ini.Awal memulai membuat benda ini sangat sulit sekali dan memerlukan waktu yang lama,karena kita membuatnya tarlebih dahulu kardus di gunting sesuai bentuk yang kita inginkan,setelah di bentuk kemudian di lapisi dengan kertas kado setelah itu unutk menyambungkan potongan yang satu dengan yang lain kita jait dengan tali rapia sehingga membentuk sebuah benda.melakukan kegiatan ini kita membutuhkan kesabaran.Tidak hanya ini saja yang prnah aku tekuni.aku sempat menekuni dan ini sudah menjadi hobi aku,aku menekuni sebuah karya tulis seperti kaligrafi,aku sangat menyukai karya ini,aku mempelajari kaligrafi dengan sendiri,tidak ada yang mengajariku.aku sangat menyukai karya tulisan arab,karna tulisannya sangat indah.

masa remaja

waktu aku duduk di bangku aliyah,sering mengalami masalah kurangnya percaya diri,masalah itu sangat aku hilangkan.biasanya masalah itu sering muncul ktika aku berada dalam kelas,ketika pelajaran,misalnya malu bertanya karena takut di bilang ketinggalan informasi.aku ingin sekali menghilangkan rasa itu.karena rasa itu menyebabkan aku menjadi kurang berani.sangat sekali untuk menghilangkan rasa ini.sampai sekarang pun aku masih mengalami masalah itu.

konflik dengan orang tua

Ketika aku menentukan perkuliahan, aku dengan orang tuaku mempunyai perbedaan pendapat,aku menginginkan kuliah di Jogja,sedangkan orang tuaku menginginkan aku kuliah di Jakarta,karena orang tuaku melihat pergaulan di Jogja sangat buruk sekali,oleh karena itu orang tuaku melarang aku kuliah di Jogja.padahal orang tuaku memberikan kebebasan mengenai perkuliahan,tetapi orang tuaku tidak begitu suka aku melanjutkan studiku di Jogja.Akhirnya aku memutuskan mendaftarkan perkuliahan di dua tempat,yaitu di Jogja dan Jakarta.ketika hasil tes masuk di umumkan,kebetulan pengumuman hailnya,dua tempat itu berbarengan.pada saat itu lah aku harus memutuskan mana yang aku harus ambil,sungguh aku merasa kebingungan pada waktu itu.aku harus mengorbankan salah satunya.akhiranya aku memutuskan dalam waktu yang sesingkat mungkin dengan rasa berat hati aku memutuskan kuliah di Jakarta,aku mengorbankan pilihanku.sampai sekarang aku jalaninya dengan sabar.baru kali ini aku mengalami konflik sepeeti ini.

Selasa, 18 Maret 2008